Biografi Ali bin Abi Thalib – Khulafaur Rasyidin ke-4
Biografi
Ali bin Abi Thalib menjadi artikel yang patut anda baca. Dia merupakan
khalifah terakhir dalam Kulafaur Rasyidin. Selain sahabat Nabi Muhammad
SAW, Ali merupakan sepupu nabi yang tumbuh besar bersama. Ingin tahu
bagaimana kisah dari Ali Bin Abi Thalib. Yuk langsung aja baca artikel
berikut ini.
Biografi Ali bin Abi Thalib
Ali lahir pada
tanggal 13 Rajab di Mekkah, daerah Hejaz, Jazirah Arab. Ia dilahirkan
sekitar tahun 600 Masehi atau 10 tahun sebelum dimulainya kenabian
Muhammad SAW. Nama aslinya adalah Haydar bin Abu Thalib. Namun Nabi SAW
lebih senang memangggilnya Ali yang artinya derajat yang tinggi di sisi
Allah.
Saat Rasulullah mulai menyebarkan Islam, Ali masih berumur
10 tahun. Kepercayaannya terhadap Rasulullah membuatnya termasuk dalam
golongan pertama yang masuk Islam atau disebut Ashabigunal Awalun.
Semasa remaja, Ia menghabiskan hari-harinya bersama Rasulullah SAW untuk
belajar.
Ia pun tumbuh dan berkembang menjadi pria yang cerdas,
berani dan bijak. Jika Rasulullah merupakan gudang ilmu, maka Ali adalah
kunci yang membuka ilmu yang tersimpan dari diri Rasulullah.
Saat
kaum Quraisy ingin membunuh Rasulullah, Ali lah yang menggantikan
Rasulullah di tempat tidurnya. Sehingga kaum Quraisy yang ingin membunuh
Nabi SAW, menjadi tertipu dan terpedaya.
Nabi SAW mempercayakan
putri kesayangan nabi, Fatimah az-Zahra untuk dinikahi Ali. Keduanya
menikah setelah masa hijrah dan tinggal di Madinah.
Ali merupakan
sahabat yang pemberani dalam medan perang. Dengan penuh keyakinan, Ia
dan pedangnya yang diberi nama Dzulfikar berjasa membawa kemenangan
dalam peperangan. Misalnya saja saat bertarung dalam perang, Perang
Khandaq, dan Perang Khaibar.
Biografi Ali Bin Abi Thalib
ini menceritakan bagaimana kisah pengangkatannya sebagai khalifah.
Setelah meninggalnya Rasulullah, terjadi perdebatan tentang siapa yang
akan memimpin umat Islam. Kaum Syiah percaya bahwa Ali seharusnya
menjadi khalifah pertama yang seharusnya memimpin. Namun saat itu Ia
masih berusia masih muda dibandingkan tiga khalifah lainnya. Akhirnya
Abu Bakar yang diangkat menjadi khalifah pertama.
Setelah Umar Bin
Khatab dan akhirnya Utsman Bin Affan sebagai khalifah terbunuh, maka
keadaan politik Islam menjadi kacau. Atas dasar tersebut, Zubair bin
Awwam dan Talhah bin Ubaidillah mendesak agar Ali segera menjadi
khalifah. Ali kemudian dibaiat beramai-ramai, menjadikannya khalifah
pertama yang dibaiat secara luas.
Namun kegentingan politik
membuat Ali harus memikul tugas yang berat untuk menyelesaikannya.
Perang saudara pertama dalam Islam, Perang Siffin pecah diikuti dengan
merebaknya fitnah seputar kematian Utsman bin Affan membuat posisi Ali
sebagai khalifah menjadi sulit.
Tokoh islam
satu ini tutup usia saat beliau berumur 63 tahun atau bertepatan pada
tanggal 21 Ramadhan tahun 40 Hijriyah. Ia dibunuh oleh Abdrrahman bin
Muljam, seorang yang berasal dari golongan Khawarij (pembangkang). Ia
dibunuh saat menjadi imam pada shalat Subuh DI Masjid Kufah pada 19
Ramadhan, selang empat hari, Ali pun akhirnya menghembuskan nafas
terakhirnya.
Jasad Ali di dirahasiakan keberadaanya Selanjutnya
kursi kekhalifahan dipegang secara turun temurun oleh keluarga Bani
Umayyah dengan khalifah pertama Muawiyah. Dengan demikian berakhirlah
kekhalifahan Kulafaur Rasyidin.
Nah kawan, sudah tahukan bagaimana
kisah hidup dari Ali Bin Abi Thalib. Ikuti terus kisah-kisah tokoh yang
menginspirasi hanya di Tinta Biografi. Baca juga artikel Biografi Albert Einstein untuk menambah pengetahuan dan wawasan Anda. Terimakasih sudah membaca.
sumber; http://www.tintabiografi.com/biografi-ali-bin-abi-thalib-khulafaur-rasyidin-ke-4.bio
Tidak ada komentar:
Posting Komentar